Peran Gizi di Masa Pandemi
Masa pandemi seperti saat ini dimana adanya virus yang menginfeksi manusia yang membuat banyak korban berjatuhan. Solusi yang diberikan untuk mengatasi pandemi ini ialah dengan memberikan vaksinasi. Vaksinasi adalah kegiatan memberi vaksi yang bertujuan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Mengapa demikian? dikarenakan virus hanya bisa dilawan oleh sistem kekebalan tubuh itu sendiri, oleh karena itu diberinya vaksin tentu akan sangat membantu pada sistem kekebalan tubuh kita.
Namun, selain dengan vaksinasi salah satu langkah yang tepat ialah dengan lebih memperhatikan kebutuhan gizi dalam tubuh. Gizi yang terpenuhi dalam tubuh berperan besar pada pembentukkan sistem kekebalan tubuh. Jika gizi tidak terpenuhi maka akan berdampak pada lemahnya sistem kekebalan tubuh.
Zat gizi yang memiiki peran penting dalam pembentukan kekebalan tubuh yang kuat yaitu:
1. Vitamin A
Vitamin A menjaga struktur sel di kulit, saluran pernapasan, dan kesehatan usus. Komposisi ini membentuk penghalang, dan merupakan garis pertahanan pertama tubuh. Anda juga membutuhkan vitamin A untuk membantu membuat antibodi yang menetralisasi patogen penyebab infeksi.
Vitamin A ditemukan dalam ikan berminyak, kuning telur, keju, tahu, kacang-kacangan, biji-bijian, biji-bijian dan kacang-kacangan. Lebih jauh, sayuran mengandung beta-karoten, yang dapat dikonversi oleh tubuh menjadi vitamin A. Beta-karoten ditemukan dalam sayuran hijau dan sayuran kuning dan jingga seperti labu dan wortel.
2. Vitamin B
Vitamin B, khususnya B6, B9, dan B12, berperan pada respons pertama tubuh setelah diketahui sebagai patogen. Kandungan itu melakukan respons dengan mempengaruhi produksi dan aktivitas sel "pembunuh alami". Sel pembunuh alami bekerja dengan menyebabkan sel yang terinfeksi "meledak", suatu proses yang disebut apoptosis.
Vitamin B6 ditemukan dalam sereal, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, buah, kacang-kacangan, ikan, ayam dan daging. Lalu vitamin B9 (folat) berlimpah dalam sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, kacang-kacangan dan biji-bijian, serta yang ditambahkan ke dalam tepung pembuatan roti komersial. Kemudian, vitamin B12 (cyanocobalamin) ditemukan dalam produk hewani, termasuk telur, daging, dan susu, serta juga dalam susu kedelai.
3. Vitamin C dan E
Ketika tubuh melawan infeksi, tubuh mengalami apa yang disebut stres oksidatif. Stres oksidatif menyebabkan produksi radikal bebas yang dapat menembus dinding sel, menyebabkan isinya bocor ke jaringan, dan memperburuk peradangan. Vitamin C juga membantu membersihkan kekacauan seluler ini dengan memproduksi sel-sel khusus untuk meningkatkan respons imun, termasuk neutrofil, limfosit, dan fagosit. Vitamin E Sumber vitamin C yang baik termasuk jeruk, lemon, limau, beri, buah kiwi, brokoli, dan tomat. Sementara, vitamin E ditemukan dalam kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, dan minyak sayur.
4. Vitamin D
Beberapa sel kekebalan membutuhkan vitamin D untuk membantu menghancurkan patogen yang menyebabkan infeksi. Walaupun paparan sinar matahari memungkinkan tubuh memproduksi vitamin D, sumber makanan termasuk telur, ikan, dan beberapa merek susu, dan margarin dapat diperkaya dengan vitamin D. Kebanyakan orang hanya perlu beberapa menit di luar rumah, hampir setiap hari. Orang dengan kekurangan vitamin D mungkin membutuhkan suplemen. Sebuah tinjauan terhadap 25 studi menemukan, suplemen vitamin D dapat membantu melindungi terhadap infeksi pernapasan akut.
5. Besi, zinc, selenium
5. Besi, zinc, selenium
Tubuh membutuhkan zat besi, zinc, dan selenium untuk pertumbuhan sel kekebalan tubuh. Zat besi membantu membunuh patogen dengan meningkatkan jumlah radikal bebas yang dapat menghancurkannya. Kandungan ini juga mengatur reaksi enzim yang penting bagi sel kekebalan untuk mengenali dan menargetkan patogen. Zinc membantu menjaga integritas kulit dan selaput lendir. Zinc dan selenium juga bertindak sebagai antioksidan, membantu membersihkan beberapa kerusakan yang disebabkan oleh stres oksidatif.
Zat besi ditemukan dalam daging, ayam, dan ikan. Sumber-sumber vegetarian termasuk kacang-kacangan, serealia utuh dan sereal sarapan yang diperkaya zat besi.
Zinc ditemukan dalam tiram dan makanan laut lainnya, daging, ayam, kacang kering, dan kacang-kacangan.
Kacang-kacangan (terutama kacang Brazil), daging, sereal dan jamur adalah sumber makanan selenium yang baik.
source:
https://kesehatan.kontan.co.id/news/ini-nutrisi-yang-bisa-meningkatkan-imun-tubuh
Komentar
Posting Komentar